|
MIX DESIGN
K-225
|
PROYEK
PEMBANGUNAN TOWER NTS
SITE ID : 5102804
SITE NAME : CELUAK
ALAMAT : Jl. Raya Tayu Jepera Km. 12 Dukuh Sayang Rt.03/08
KONTRAKTOR
PT. EUROSEAT INDAH
![]() |
LABORATORIUM BAHAN DAN STRUKTUR
JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
KAMPUS SEKARAN GUNUNGPATI TLP. 024 – 8508102
LAPORAN
MIX DESIGN
PROYEK PEMBANGUNAN TOWER NTS
SITE ID : JCBC 004
SITE NAME : TERAS
ALAMAT : TERAS RT. 01 RW.01 - BOYOLALI
I. PENDAHULUAN
Berdasarkan permintaan dari PT. EUROSEAT INDAH kepada Laboratorium Struktur dan Bahan Jurusan Teknik Sipil UNNES, perihal permohonan bantuan pembuatan MIX DESIGN untuk rencana pembangunan tower NTS Site Name : TERAS dengan alamat Desa Teras Rt. 01 Rw. 01 Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali.
Telah dilaksanakan pengujian terhadap bahan-bahan yang telah dikirim sesuai dengan standart pengujian dan kemudian dilakukan analisa untuk mendapatkan campuran adukan beton (Mix Design) sesuai dengan mutu yang diminta.
Tujuan dari perencanaan adukan beton ini adalah untuk memberikan informasi kepada pihak – pihak yang berkepentingan dengan pekerjaan tersebut, agar pekerjaan yang berhubungan dengan proses adukan beton dapat diselesaikan dengan baik dan dapat menghasilkan konstruksi yang aman dan ekonomis.
II. PROSES PEMBUATAN MIX DESIGN
Proses pengujian dilakukan oleh tim Laboratorium Struktur dan Bahan Jurusan Teknik Sipil UNNES. Beberapa pengujian dilakukan berdasarkan material yang dikirim yakni terdiri dari :
1. Pasir Lokal (Ex.Muntilan)
2. Batu Pecah Lokal (Ex.Boyolali)
3. Semen PCC (Semen Gersik 50 kg/zak)
Pengujian standar yang dilakukan untuk mendapat karakteristik material antara lain :
1. Berat jenis
2. Kadar lumpur
3. Bobot isi
4. Uji keausan agergat kasar
5. Analisa gradasi
6. Mix design K-225
Standar yang dipakai dalam pengujian yakni SK SNI T-15-1991-03
Semarang, 10 April 2008
Kepala Laboratorium
Jurusan Teknik Sipil UNNES
Untoro Nugroho,ST. MT
NIP. 132 158 473
LAMPIRAN
(TABEL DAN GRAFIK SYARAT PERHITUNGAN MIX DESIGN)
Tabel 1.1. Batasan persentase golongan pasir
Lubang ayakan | Persen berat butir yang lewat ayakan | |||
| mm | Daerah I | Daerah II | Daerah III | Daerah IV |
| 10 4,8 2,4 1,2 0,6 0,3 0,15 | 100 90 – 100 60 – 95 30 – 70 15 – 34 5 – 20 0 – 20 | 100 90 – 100 75 – 100 55 – 90 35 – 59 8 – 30 0 – 10 | 100 90 – 100 85 – 100 75 – 100 60 – 79 12 – 40 0 – 10 | 100 95 – 100 95 – 100 90 – 100 80 – 100 15 – 50 0 – 15 |
Keterangan :
Daerah I : pasir kasar
Daerah II : pasir agak kasar
Daerah III : pasir agak halus
Daerah IV : pasir halus
Tabel 1.2. Gradasi kerikil
Lubang ayakan | Persen berat butir yang lewat ayakanBesar Butir Maksimum | |
| mm | 40 mm | 20 mm |
| 40 20 10 4,8 | 95 – 100 30 – 70 10 – 35 0 – 5 | 100 95 – 100 25 – 55 0 – 10 |
Tabel 1.3. Syarat mutu kekuatan agregat sesuai SII.0052 – 80
| Kelas dan Mutu Beton | Kekerasan dengan bejana Rudelloff, bagian yang hancur menembus ayakan 2 mm, persen (%) maksimum | Kekerasan dengan bejana geser Los Angelos, Bagian yang hancur menembus ayakan 1,7 mm, persen (%) maksimum | |
| Fraksi Butir 9,5 – 19 mm | Fraksi Butir 19 – 30 mm | ||
| (1) | (2) | (3) | (4) |
| Beton Kelas I dan mutu B0 dan B1 Beton Kelas II dan mutu K125, K175, K225 Beton Kelas III dan mutu > K225 atau beton pratekan | 22 – 30 14 – 22 < 14 | 24 – 32 16 – 24 < 16 | 40 – 50 27 – 40 < 27 |
Tabel 1.4. Persyaratan faktor air-semen maksimum untuk berbagai pembetonan dan lingkungan khusus
| Jenis Pembetonan | Fas Maksimum |
| Beton di dalam ruang bangunan : a. Keadaan keliling non-korosif b. Keadaan keliling korosif, disebabkan oleh kondensasi atau uap korosi Beton di luar ruang bangunan : a. Tidak terlindung dari hujan dan terik matahari langsung b. Terlindung dari hujan dan terik matahari langsung Beton yang masuk kedalam tanah : a. Mengalami keadaan basah dan kering berganti-ganti b. Mendapat pengaruh sulfat dan alkali dari tanah Beton yang selalu berhubungan dengan air tawar / payau / laut | 0,60 0,52 0,55 0,60 0,55 lihat tabel 2.5. lihat tabel 2.6. |
Tabel 1.5. Penetapan Nilai Slamp (cm)
| Pemakaian beton | Maks. | Min |
| Dinding, plat fondasi dan fondasi telapak bertulang Fondasi telapak tidak bertulang, kaison, dan struktur di bawah tanah Pelat, balok, kolom dan dinding Pengerasan jalan Pembetonan massal | 12,5 9,0 15,0 7,5 7,5 | 5,0 2,5 7,5 5,0 2,5 |
Tabel 1.6. Perkiraan kebutuhan air per meter kubik beton (liter)
| Besar ukuran maks. kerikil | Jenis batuan | Slam (mm) | |||
| (mm) | | 0 – 10 | 10 – 30 | 30 – 60 | 60 – 180 |
| 10 20 40 | AlamiBatu pecahAlamiBatu pecah Alami Batu pecah | 150 180 135 170 115 155 | 180 205 160 190 140 175 | 205 230 180 210 160 190 | 225 250 195 225 175 205 |
Tabel 1.7. Kebutuhan semen minimum untuk berbagai pembetonan dan lingkungan khusus
| Jenis pembetonan | Semen minimum (kg/m3 beton) |
| Beton di dalam ruang bangunan : a. keadaan keliling non – korosif b. keadaan keliling korosif, disebabkan oleh kondensasi atau uap korosif Beton di luar ruang bangunan : a. tidak terlindung dari hujan dan terik matahari langsung b. terlindung dari hujan dan terik matahari langsung Beton yang masuk ke dalam tanah : a. mengalami keadaan basah dan kering berganti-ganti b. mendapat pengaruh sulfat dan alkali dari tanah Beton yang selalu berhubungan dengan air tawar/payau/laut | 275 325 325 275 325 lihat tabel 2.10. Lihat tabel 2.11. |
|
|
|
|

Gambar. 1.1 Hubungan faktor air semen dan kuat tekan rata-rata silinder beton (sebagai perkiraan nilai fas)

Gambar. 1.2 Grafik hubungan kandungan air, berat jenis agergat campuran dan berat betonDATA PENGUJIAN AGREGAT HALUS
DATA PENGUJIAN AGREGAT KASAR
PERHITUNGAN RANCANGAN
ADUKAN BETON
(MIX DESIGN K - 225)
SUMMARY OF DATA
Proyek : Pembangunan Tower NTS
Siite ID : JCBC 004
Site Name : Teras
Lokasi : Desa Teras Rt. 01/01 Kec. Teras Kab. Boyolali
Tanggal : 10 April 2008
A. HASIL PENGUJIAN SEMEN
| NO | JENIS PENGUJIAN | HASIL | SPESIFIK |
| 1 | Berat jenis Zone | 3.36 | 3.12 – 3.50 |
| 2 | Berat isi lepas gr/c3 | 1.29 | - |
| 3 | Bobot isi padat gr/c3 | 1.43 | 1.25 – 1.50 |
B. HASIL PENGUJIAN AGREGAT HALUS (PASIR)
| NO | JENIS PENGUJIAN | HASIL | SPESIFIK |
| 1 | Gradasi Zone | 2 | Pasir agak kasar |
| 2 | Berat isi lepas gr/c3 | 1.59 | - |
| 3 | Bobot isi padat gr/c3 | 1.63 | > 1.60 |
| 4 | Berat jenis bulk | 2.54 | > 2.30 |
| 4 | Berat jenis SSD | 2.65 | > 2.30 |
| 5 | Berat jenis semu | 2.82 | > 2.30 |
| 6 | Absorbsi / penyerapan % | 3.83 | < 5 |
| 7 | Kadar lumpur % | 2.23 | < 5 |
C. HASIL PENGUJIAN AGREGAT KASAR (KERIKIL)
| NO | JENIS PENGUJIAN | HASIL | SPESIFIK |
| 1 | Gradasi butiran max | 40 mm | Kerikil agak kasar |
| 2 | Berat isi lepas gr/c3 | 1.52 | - |
| 3 | Bobot isi padat gr/c3 | 1.62 | > 1.60 |
| 4 | Berat jenis bulk | 2.61 | > 2.30 |
| 4 | Berat jenis SSD | 2.62 | > 2.30 |
| 5 | Berat jenis semu | 2.63 | > 2.30 |
| 6 | Absorbsi / penyerapan % | 0.20 | < 5 |
| 7 | Kadar lumpur % | 0.42 | < 1 |
| 8 | Abrsion test % | 21.23 | < 40 |
DAFTAR ISI
1. LAPORAN .........................................................................................................
2. HASIL PERHITUNGAN MIX DESIGN ........................................................
3. PENENTUAN UKURAN KOTAK COR .....................................................
4. SUMMSRY OF DATA .....................................................................................
5. DATA HASIL PENGUJIAN SEMEN.............................................................
6. DATA HASIL PENGUJIAN AGREGAT HALUS (PASIR) ........................
7. DATA HASIL PENGUJIAN AGREGAT KASAR (KERIKIL)…………...
8. ANALISA GRADASI CAMPURAN DAN BJ CAMPURAN………………
9. HASIL PENGUJIAN SAMPEL KUBUS BETON …………………………
10. LAMPIRAN ......................................................................................................
HASIL PENGUJIAN SAMPEL
KUBUS BETON
SUMMARY OF DATA
ANALISA GRADASI CAMPURAN DAN BERAT JENIS CAMPURAN
HASIL PENGUJIAN SEMEN
PENENTUAN UKURAN KOTAK COR
Proyek : Pembangunan Tower NTS
Site ID : JCBC 004
Site Name : Teras
Lokasi : Desa Teras Rt. 01/01 Kec. Teras Kab. Boyolali
Tanggal : 10 April 2008
a. Kebutuhan material untuk 1 adukan ( 1 zak semen 50 kg)
- Perbandingan Campuran 1 : 1.9 : 2.85
1. Semen : 50 kg
2. Air : 27.50 liter
3. Pasir : 95.10 kg
4. Kerikil : 142.65 kg
· Ukuran kotak cor untuk pasir
Bjp =
= 2.54 =
T = 15.6 cm / 15.6 cm
Jadi ukuran kotak cor untuk pasir berukuran
P : 60 cm
L : 40 cm
T : 15.6 cm
dengan

P : panjang kotak L : lebar kotak

T
![]() |
L
· Ukuran kotak cor untuk kerikil
Bjk =
= 2.61 =
T = 22.77 cm / 22.8 cm
Jadi ukuran kotak cor untuk kerikil berukuran
P : 60 cm
L : 40 cm
T : 22.8 cm
dengan

P : panjang kotak L : lebar kotak

T
![]() |
L
KONVERSI BERAT KE VOLUME
PENENTUAN UKURAN KOTAK COR



